Hari
ini kita akan memulai pembelajaran dengan materi tentang koloid.
Sebelum memulai pelajaran saya akan melihat kehadiran kalian. Jika kalian hadir, tolong tulis komentar di kolom komentar.
Sheira Firda Rumanda
Sebelum memulai pelajaran saya akan melihat kehadiran kalian. Jika kalian hadir, tolong tulis komentar di kolom komentar.
Sheira Firda Rumanda
Lutvia
Larastian
Elsa Maria Cristi
Miranda Oxtariani
Tesa Pratama Putra
Mela Puspita
Eki Fitri Jayanti
Elsa Maria Cristi
Miranda Oxtariani
Tesa Pratama Putra
Mela Puspita
Eki Fitri Jayanti
Koloid
Koloid
adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana
partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain.
Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm ( 10-7 – 10-5 cm ).
Contoh: Mayones dan cat, mayones adalah campuran homogen di air dan minyak dan cat adalah campuran homogen zat padat dan zat cair.
Contoh: Mayones dan cat, mayones adalah campuran homogen di air dan minyak dan cat adalah campuran homogen zat padat dan zat cair.
Sistem
koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan
suspensi (campuran kasar). Sistem koloid ini mempunyai sifat-sifat khas yang
berbeda dari sifat larutan atau suspensi.
Keadaan
koloid bukan ciri dari zat tertentu karena semua zat, baik padat, cair, maupun
gas, dapat dibuat dalam keadaan koloid.
Sistem
koloid sangat berkaitan erat dengan hidup dan kehidupan kita sehari-hari.
Cairan tubuh, seperti darah adalah sistem koloid, bahan makanan seperti susu,
keju, nasi, dan roti adalah sistem koloid. Cat, berbagai jenis obat, bahan
kosmetik, tanah pertanian juga merupakan sistem koloid.
Karena
sistem koloid sangat berpengaruh bagi kehidupan sehari-hari, kita harus
mempelajarinya lebih mendalam agar kita dapat menggunakannya dengan benar dan
dapat bermanfaat untuk diri kita.
Koloid
adalah suatu sistem campuran “metastabil” (seolah-olah stabil, tapi akan
memisah setelah waktu tertentu). Koloid berbeda dengan larutan; larutan
bersifat stabil.
Di
dalam larutan koloid secara umum, ada 2 zat sebagai berikut :
–
Zat terdispersi, yakni zat yang terlarut di dalam larutan koloid
–
Zat pendispersi, yakni zat pelarut di dalam larutan koloid
Berdasarkan
fase terdispersi maupun fase pendispersi suatu koloid dibagi sebagai berikut :
Fase
Terdispersi
|
Pendispersi
|
Nama
koloid
|
Contoh
|
Gas
|
Gas
|
Bukan
koloid, karena gas bercampur secara homogen
|
|
Gas
|
Cair
|
Busa
|
Buih,
sabun, ombak, krim kocok
|
Gas
|
Padat
|
Busa
padat
|
Batu
apung, kasur busa
|
Cair
|
Gas
|
Aerosol
cair
|
Obat
semprot, kabut, hair spray di udara
|
Cair
|
Cair
|
Emulsi
|
Air
santan, air susu, mayones
|
Cair
|
Padat
|
Gel
|
Mentega,
agar-agar
|
Padat
|
Gas
|
Aerosol
padat
|
Debu,
gas knalpot, asap
|
Padat
|
Cair
|
Sol
|
Cat,
tinta
|
Padat
|
Padat
|
Sol
Padat
|
Tanah,
kaca, lumpur
|
Sifat Koloid
a.
Efek Tyndall
Efek
Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh larutan koloid, peristiwa di mana
jalannya sinar dalam koloid dapat terlihat karena partikel koloid dapat
menghamburkan sinar ke segala jurusan.
Contoh:
sinar matahari yang dihamburkan partikel koloid di angkasa, hingga langit
berwarna biru pada siang hari dan jingga pada sore hari ; debu dalam ruangan
akan terlihat jika ada sinar masuk melalui celah.
b.
Gerak Brown
Gerak
Brown adalah gerak partikel koloid dalam medium pendispersi secara terus
menerus, karena adanya tumbukan antara partikel zat terdispersi dan zat
pendispersi. Karena gerak aktif yang terus menerus ini, partikel koloid tidak
memisah jika didiamkan.
c.
Adsorbsi Koloid
Adsorbsi
Koloid adalah penyerapan zat atau ion pada permukaan koloid. Sifat adsorbsi
digunakan dalam proses:
1.
Pemutihan gula tebu.
2.
Norit.
3.
Penjernihan air.
Contoh:
koloid antara obat diare dan cairan dalam usus yang akan menyerap kuman
penyebab diare.
Koloid
Fe(OH)3 akan mengadsorbsi ion H+ sehingga menjadi
bermuatan +. Adanya muatan senama maka koloid Fe(OH), akan tolak-menolak
sesamanya sehingga partikel-partikel koloid tidak akan saling menggerombol.
Koloid
As2S3 akan mengadsorbsi ion OH– dalam larutan
sehingga akan bermuatan – dan tolak-menolak dengan sesamanya, maka koloid As2S3
tidak akan menggerombol.
d.
Muatan Koloid dan Elektroforesis
Muatan
Koloid ditentukan oleh muatan ion yang terserap permukaan koloid.
Elektroforesis adalah gerakan partikel koloid karena pengaruh medan listrik.
Karena
partikel koloid mempunyai muatan maka dapat bergerak dalam medan listrik. Jika
ke dalam koloid dimasukkan arus searah melalui elektroda, maka koloid bermuatan
positif akan bergerak menuju elektroda negatif dan sesampai di elektroda
negatif akan terjadi penetralan muatan dan koloid akan menggumpal (koagulasi).
Contoh:
cerobong pabrik yang dipasangi lempeng logam yang bermuatan listrik dengan
tujuan untuk menggumpalkan debunya.
e.
Koagulasi Koloid
Koagulasi
koloid adalah penggumpalan koloid karena elektrolit yang muatannya berlawanan.
Contoh:
kotoran pada air yang digumpalkan oleh tawas sehingga air menjadi jernih.
Faktor-faktor
yang menyebabkan koagulasi:
- Perubahan suhu.
- Pengadukan.
- Penambahan ion dengan muatan besar (contoh: tawas).
- Pencampuran koloid positif dan koloid negatif.
Koloid
akan mengalami koagulasi dengan cara:
1.
Mekanik
Cara
mekanik dilakukan dengan pemanasan, pendinginan atau pengadukan cepat.
2.
Kimia
Dengan
penambahan elektrolit (asam, basa, atau garam).
Contoh:
susu + sirup masam —> menggumpal
Lumpur
+ tawas —> menggumpal
Dengan
mencampurkan 2 macam koloid dengan muatan yang berlawanan.
Contoh:
Fe(OH)3 yang bermuatan positif akan menggumpal jika dicampur As2S3
yang bermuatan negatif.
f.
Koloid Liofil dan Koloid Liofob
–
Koloid Liofil
Koloid
Liofil adalah koloid yang mengadsorbsi cairan, sehingga terbentuk selubung di
sekeliling koloid. Contoh: agar-agar.
–
Koloid Liofob
Koloid
Liofob adalah kolid yang tidak mengadsorbsi cairan. Agar muatan koloid stabil,
cairan pendispersi harus bebas dari elektrolit dengan cara dialisis, yakni
pemurnian medium pendispersi dari elektrolit.
g.
Emulasi
Emulasi
adalah kolid cairan dalam medium cair. Agar larutan kolid stabil, ke dalam
koloid biasanya ditambahkan emulsifier, yaitu zat penyetabil agar koloid
stabil.
Contoh:
susu merupakan emulsi lemak di dalam air dengan kasein sebagai emulsifier.
h. Kestabilan
Koloid
a.
Banyak koloid yang harus dipertahankan dalam bentuk koloid untuk penggunaannya.
Contoh:
es krim, tinta, cat.
Untuk
itu digunakan koloid lain yang dapat membentuk lapisan di sekeliling koloid
tersebut. Koloid lain ini disebut koloid pelindung.
Contoh:
gelatin pada sol Fe(OH)3.
b.
Untuk koloid yang berupa emulsi dapat digunakan emulgator yaitu zat yang dapat
tertarik pada kedua cairan yang membentuk emulsi Contoh: sabun deterjen sebagai
emulgator dari emulsi minyak dan air.
i.
Pemurnian Koloid
Untuk
memurnikan koloid yaitu menghilangkan ion-ion yang mengganggu kestabilan
koloid, dapat dilakukan cara dialisis. Koloid yang akan dimurnikan dimasukkan
ke kantong yang terbuat dari selaput semipermeabel yaitu selaput yang hanya
dapat dilewati partikel ion saja dan tidak dapat dilewati molekul koloid.
Contoh:
kertas perkamen, selopan atau kolodion.
Kantong
koloid dimasukkan ke dalam bejana yang berisi air mengalir, maka ion-ion dalam
koloid akan keluar dari kantong dan keluar dari bejana dan koloid tertinggal
dalam kantong. Proses dialisis akan di percepat jika di dalam bejana diberikan
arus listrik yang disebut elektro dialisis.
Proses
pemisahan kotoran hasil metabolisme dari darah oleh ginjal termasuk proses
dialisis. Maka apabila seseorang menderita gagal ginjal, orang tersebut harus
menjalani “cuci darah” dengan mesin dialisator di rumah sakit. Koloid juga
dapat dimurnikan dengan penyaring ultra.
Pembuatan Sistem Koloid
- Cara Kondensasi
Pembuatan
sistem koloid dengan cara kondensasi dilakukan dengan cara penggumpalan
partikel yang sangat kecil. Penggumpalan partikel ini dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut:
1. Reaksi
Pengendapan
Pembuatan
sistem koloid dengan cara ini dilakukan dengan mencampurkan larutan elektrolit
sehingga menghasilkan endapan. Contoh: AgNO3 + NaCl —> AgCl(s) +
NaNO3
2.
Reaksi Hidrolisis
Reaksi
hidrolisis adalah reaksi suatu zat dengan air. Sistem koloid dapat dibuat
dengan mereaksikan suatu zat dengan air. Contoh: AlCl3 +H2O
—> Al(OH)3(s) + HCl
3.
Reaksi Redoks
Pembuatan
koloid dapat terbentuk dari hasil reaksi redoks.
Contoh:
pada larutan emas
Reaksi:
AuCl3 + HCOH —> Au + HCl + HCOOH
Emas formaldehid
4.
Reaksi Pergeseran
Contoh:
pembuatan sol As2S3 dengan cara mengalirkan gas H2S
ke dalam laruatn H3AsO3 encer pada suhu tertentu.
Reaksi:
2 H3AsO3 + 3 H2S —> 6 H2O + As2S3
5.
Reaksi Pergantian Pelarut
Contoh:
pembuatan gel kalsium asetat dengan cara menambahkan alkohol 96% ke dalam
larutan kalsium asetat jenuh.
2.Cara
Dispersi
Pembuatan
sistem koloid dengan cara dispersi dilakukan dengan memperkecil partikel
suspensi yang terlalu besar menjadi partikel koloid, pemecahan
partikel-partikel kasar menjadi koloid.
1. Cara
Mekanik
Ukuran
partikel suspensi diperkecil dengan cara penggilingan zat padat, dengan
menghaluskan butiran besar kemudian diaduk dalam medium pendispersi.
Contoh:
Gumpalan tawas digiling, dicampurkan ke dalam air akan membentuk koloid dengan
kotoran air.
Membuat
tinta dengan menghaluskan karbon pada penggiling koloid kemudian didispersikan
dalam air.
Membuat
sol belerang dengan menghaluskan belerang bersama gula (1:1) pada penggiling
koloid, kemudian dilarutkan dalam air, gula akan larut dan belerang menjadi
sol.
2. Cara
Peptisasi
Pembuatan
koloid dengan cara peptisasi adalah pembuatan koloid dengan menambahkan ion
sejenis, sehingga partikel endapan akan dipecah. Contoh: sol Fe(OH)3 dengan
menambahkan FeCl3.
sol
NiS dengan menambahkan H2S.
karet
dipeptisasi oleh bensin.
agar-agar
dipeptisasi oleh air.
endapan
Al(OH)3 dipeptisasi oleh AlCl3.
3. Cara
Busur Bredia/Bredig
Pembuatan
koloid dengan cara busur Bredia/Bredig dilakukan dengan mencelupkan 2 kawat
logam (elektroda) yang dialiri listrik ke dalam air, sehingga kawat logam akan
membentuk partikel koloid berupa debu di dalam air.
4. Cara
Ultrasonik
yaitu
penghancuran butiran besar dengan ultrasonik (frekuensi > 20.000 Hz)
Campuran
heterogen.
Campuran
homogen disebut larutan, contoh: larutan gula dalam air. Campuran heterogen
dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu: Sistem koloid termasuk dalam bentuk
campuran. Campuran terbagi menjadi 2, yaitu:
1.
Suspensi, contoh: pasir dalam air.
2.
Koloid, contoh: susu dengan air.
Komponen Penyusun Koloid
1.
Fase kontinyu : medium pendispersi jumlahnya lebih banyak.
2.
Fase diskontinyu : medium terdispersi jumlahnya labih banyak.
Bentuk Partikel Koloid
1.
Bulatan : misalnya virus, silika.
2.
Batang : misalnya virus.
3.
Piringan : misalnya globulin dalam darah.
4.
Serat : misalnya selulosa.
Penggunaan Sistem Koloid
1.
Obat-obatan : salep, krim, minyak ikan.
2.
Makanan : es krim, jelly dan agar-agar.
3.
Kosmetik : hair cream, skin spray, body lotion.
4.
Industri : tinta, cat.
Beberapa Macam Koloid
1.
Aerosol
adalah
sistem koloid di mana partikel padat atau cair terdispersi dalam gas.
Contoh:
aerosol padat: debu, asap.
aerosol
cair: kabut, awan.
Bahan
pendingin dan pendorong yang sering digunakan adalah Kloro Fluoro Karbon (CFC).
2.
Emulsi
adalah
sistem koloid di mana zat terdispersi dan pendispersi adalah zat cair yang
tidak dapat bercampur. Misalnya: Emulsi minyak dalam air: santan, susu, lateks,
minyak ikan. Emulsi air dalam minyak: mentega, minyak rambut, minyak bumi.
Untuk
membentuk emulsi digunakan zat pengemulsi atau emulgator yaitu zat yang dapat
tertarik oleh kedua zat cair tersebut.
Contoh:
sabun untuk mengemulsikan minyak dan air.
kasein
sebagai emulgator pada susu.
3.
Sol adalah suatu sistem koloid di mana partikel padat terdispersi dalam zat
cair.
No.
|
Hidrofob
|
Hidrofil
|
a.
|
Tidak
menarik molekul air tetapi mengadsorbsi ion
|
Menarik
molekul air hingga menyelubungi partikel terdispersi
|
b.
|
Tidak
reversible, apabila mengalami koagulasi sukar menjadi sol lagi
|
Reversibel,
bila mengalami koagulasi akan dapat membentuk sol lagi jika ditambah lagi
medium pendispersinya
|
c.
|
Biasanya
terdiri atas zat anorganik
|
Biasanya
terdiri atas zat organik
|
d.
|
Kekentalannya
rendah
|
Kekentalannya
tinggi
|
e.
|
Gerak
Brown terlihat jelas
|
Gerak
Brown tidak jelas
|
f.
|
Mudah
dikoagulasikan oleh elektrolit
|
Sukar
dikoagulasikan oleh elektrolit
|
g.
|
Umumnya
dibuat dengan cara kondensasi
|
Umumnya
dibuat dengan cara dispersi
|
h.
|
Efek
Tyndall jelas
|
Efek
Tyndall kurang jelas
|
i.
|
Contoh:
sol logam, sol belerang, sol Fe(OH)3, sol As2S3,
sol sulfida
|
Contoh:
sol kanji, sol protein, sol sabun, sol gelatin
|
4.
Gel/Jel adalah koloid liofil setengah kaku.
Contoh:
agar-agar, lem kanji, selai, jelly untuk menata rambut.
5.
Buih adalah sistem koloid dari gas yang terdispersi dalam zat cair.
Contoh:
sabun, detergen, protein.






Selamat malam bu, saya lutfiatun nisa ingin menjawab soal no 5 yaitu efek tyndall terjadi karena partikel koloid menghamburkan cahaya..
BalasHapusContoh nya adalah : Di daerah berkabut, sorot lampu mobil terlihat lebih jelas
jawaban yang bagus nak ,tingkatkan lagi pengetahuannya.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSelamat malam bu, saya mela puspita akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 2, menurut saya jawabannya (B).
BalasHapusSistem koloid itu berwarna keruh, tetapi larutan berwarna jernih. Pada sistem koloid ada efek Tyndall sehigga kertas cahaya dihamburkan dan terlihat. Terimakasih
Tingkatkan kembali nak belajarmu
Hapusassalam mualaikum wr wb bu disini saya mencoba menjawab pertanyaan no menurut saya jawabannya adalah B, 1 dan 3 karena sistem koloid itu berwarna keruh, tetapi larutan berwarna jernih. Pada sistem koloid ada efek Tyndall sehigga kertas cahaya dihamburkan dan terlihat
BalasHapussaya hadir bu,saya kurang mengerti pertanyaan nomor 2
BalasHapusAssalamualaikum bu. Saya ingin bertanya bu, apa bedanya larutan, koloid, sama suspensi bu ?
BalasHapushadir buk, saya belum paham mengenai perbedaan mendasar dari koloid dan suspensi
BalasHapusAssalamualikum bu, saya ingin bertanya. Bagimana cara kita membedakan antara larutan, koloid dan suspensi?
BalasHapusBuk, saya ingin bertanya tentang aerosol padat dan aerosol cair. Bisakah ibu memberikan contoh tentang aerosol padat dan aerosol cair?
BalasHapusHadir bu, yang dimaksud adsorbsi digunakan dalam proses pemutihan gula tebu itu bagaimana?
BalasHapus